24 Mei 2015

Sistem terdistribusi merupakan sebuah sistem yang komponennya berada pada jaringan komputer. Komponen tersebut saling berkomunikasi dan melakukan koordinasi hanya dengan pengiriman pesan(message passing). Sistem terdistribusi merupakan kebalikan dari sistem operasi prosesor jamak. Pada sistem tersebut, setiap prosesor memiliki memori lokal tersendiri. Kumpulan prosesornya saling berinteraksi melalui saluran komunikasi seperti LAN dan WAAN menggunakan protocol standar seperti TCP/IP.  Karena saling berkomunikasi, kumpulan prosesor tersebut mampu saling bebagi beban kerja, data, serta sumber daya lainnya. Sistem terdistribusi dapat dikatakan sebagai suatu keberadaan beberapa komputer yang bersifat transparan dan secara normal, sistem sistem terdistribusi mengandalkan layanan yang disediakan oleh jaringan komputer.



Sistem terdistribusi sangat diperlukan karena :
  • Performance
  • Reliability
  • Incremental Growth
  • Sharing Data/Resource
  • Communication


Beberapa contoh dari sistem terdistribusi seperti  Internet,  Intranet, Sistem terdistribusi multimedia,  Mobile dan sistem komputasi ubiquitous, World wide web.
Karakteristik Sistem Terdistribusi Dalam system terdistribusi terdapat beberapa karakteristik yaitu : 

1. No global clock 

Terdapat batasan pada ketepatan proses sinkronisasi clock pada sistem terdistribusi, oleh karena asynchronous message passing, Pada sistem terdistribusi, tidak ada satu proses tunggal yang mengetahui global state sistem saat ini (disebabkan oleh concurrency dan message passing) .

2. Independent failure 

Kemungkinan adanya kegagalan proses tunggal yang tidak diketahui.Proses tunggal mungkin tidak peduli pada kegagalan sistem keseluruhan 

3. Concurrency of components 

contoh Beberapa pemakai browser mengakses suatu halaman web secara bersamaan. Bagaimana jika ada operasi update?

Sistem Terdistribusi memiliki berbagai bentuk (midel), antara lain :

1. Sistem client-server
          Merupakan bagian dari model sistem terdistribusi yang membagi jaringan berdasarkan pemberi dan penerima jasa layanan. Pada sebuah jaringan akan didapatkan: file server, time server, directory server, printer server , dan seterusnya.

2.  Sistem pont to point
              Merupakan bagian dari model sistem terdistribusi dimana  sistem dapat sekaligus berfungsi sebagai client maupun server.

      3. Sistem terkluster
             Adalah gabungan dari beberapa sistem individual (komputer) yang dikumpulkan dapa suatu lokasi, saling berbagi tempat penyimpanan data (storage), dan saling terhubungndalam jaringan lokal (Local Area Network).
            Dalam hal jaringan, sistem kluster mirip dengan sistem terdistribusi (distributed system). Bedanya, jika jaringan pada sistem terdistribusi melingkupi komputer-komputer yang lokasinya tersebar maka jaringan pada sistem kluster menghubungkan banyak komputer yang dikumpulkan dalam satu tempat.
      
     Permasalahan sistem terdistribusi, Masalah dengan sistem terdistribusi yang dapat dimunculkan antara lain berkaitan dengan :
      1.  Software, bagaimana merancang dan mengatur software dalam Distribusi Sistem
      2.   Ketergantungan pada infrastruktur jaringan
      3.  Keamanan, dikarenakan kemudahan akses ke data yang di share

     Tantangan Sistem Terdistribusi Tantangan yang ada dalam Sistem Terdistribusi yaitu :
  1.       Keheterogenan komponen (heterogenity),
  2.       Keterbukaan (openness)
  3.       Keamanan (security)
  4.       Scalability
  5.       Penanganan kegagalan (failure handling),
  6.       Concurrency of components
  7.        Transparansi
Contoh sistem terdistribusi
            
                   ATM bersama adalah jaringan ATM pertama yang beroperasi di Indonesia, yang awalnya menghubungkan dua puluh satu bank diindonesia. Jaringan ini didirikan oleh PT Artajasa Pembayaran Elektronis pada tahun 1993 dengan mengadopsi model dalri MegaLink, jaringan ATM di Philipina. Saat ini jaringan ATM Bersama memiliki 75 anggota.

                 ATM Bersama menyediakan banyak fasilitas termasuk cek saldo, penarikan tunai dan pemindahan dana secara online ke rekening lain dari sesame anggota jaringan ATM Bersama. Pada tahun 2004 Artajasa membuat jaringan ATM Bersama lintas perbatasan dengan menggadeng jaringan ATM MEPS di Malaysia untuk melayani pekerja-pekerja dari Indonesia, pelajar yang tinggal disana juga sudah terhubung dengan jaringan ATM bersama melalui NETS dan ITMX.

              Sistem ini tergolong sistem terdistribusi karena ketika seorang nasabah sebuah bank (yang tergabung dalam jaringan ATM bersama) hendak melakukan transaksi pada sebuah gerai ATM namun gerai ATM bank yang digunakan tidak tersedia di daerah dimana nasabah itu berada atau tidak dapat digunakan, maka nasabah tersebut dapat menggunakan ATM yang tergabung dalam jaringan ATM bersama. ATM bersama bisa diidentifikasi dari gerai ATM yang terdapat logo ATM bersama. Selain pada gerai ATM, logo ATM bersama juga terdapat pada kartu ATM.

      Sumber :
     -  Adang Suhendra, Kuliah Sistem Terdistribusi 1 & 2, 
         http://staffsite.gunadarma.ac.id/adang/index.php?stateid=files&xcat_id=0.6 5. 
     -   Budi Susanto, Pengantar Sistem Terdistribusi, 
         http://lecturer.ukdw.ac.id/budsus/sister/Modul1.pdf 6. 
     -  Willy Sudiarto Raharjo, Pengantar Sistem Terdistribusi,
         http://lecturer.ukdw.ac.id/willysr/sister-ti/
     -   http://www.slideshare.net/suryaprasetyashaleem/sistem-terdistribusi-18349602

0 comments: